B O D O H (Dalam Pandangan Seorang Introvert nan Gila)

Bodoh, tolol, goblok, tidak tahu. Kata-kata itu bersaudara. Keluarga dekat malah.

Kalau aku bilang sih, tidak ada yang namanya orang pintar di dunia ini, yang ada itu orang bodoh. Kenapa? Jangan marah dulu. Jangan kejar saya dengan batu atau Badik. Saya jelaskan kenapa.

Di dalam ilmu hayat kita tahu kalau manusia ada makhluk cerdas. Tinggi derajatnya dibanding musang, anjing, ayam kalkun, atau simpanse, atau hewan lain. Manusia mampu mengerjakan berbagai hal yang tidak bisa dilakukan pihak-pihak tadi. Seperti mengendarai motor, main Flappy Bird, atau merakit benda kotak bertombol-tombol.
Namun menurut saya, jika dibandingkan dengan pihak-pihak tadi-lah manusia baru bisa disebut pintar.

Sejatinya manusia adalah makhluk yang selalu belajar. Itulah kenapa manusia saya sebut bodoh, apalagi diri saya sendiri. Tidak ada manusia yang menguasai setiap atom yang berkeliaran di bumi ini. Tidak ada. Einstein yang dianggap manusia supercerdas, tidak bisa mengaji. Dia pasti butuh belajar dari guru mengaji di surau-surau. Kalaupun dia autodidak, dia belajar dari sumber yang dikarang pihak lain. Jadi masih ada orang yang lebih daripada dia.

Jika ada yang disebut kadar kepintaran, maka sebenarnya yang ada itu kadar kebodohan. Dalam pandangan manusia seperti saya, manusia dikatakan pintar apabila kadar kebodohannya sedikit atau miskin dibanding manusia lain. Dan manusia dalam proses hidupnya selalu berusaha memiskinkan kadar kebodohannya tadi. Mungkin beberapa pihak ada yang secara sadar atau tak sadar malah meningkatkan kadar kebodohannya. Namun secara global adalah seperti yang saya sebutkan sebelumnya.

Seorang murid yang belajar lalu mendapat pujian "pintar" dari gurunya bukan berarti dia jadi manusia pintar. Tetapi kadar kebodohannya-lah yang mulai berkurang.

Maka sesungguhnya manusia selalu belajar untuk menipiskan kebodohannya tadi untuk menjadi lebih baik. Lalu sama-sama membuat manusia lain ikut berusaha mengurangi kadar kebodohan yang ada dalam dirinya. Selalu ada manusia yang lebih daripada manusia lainnya. Di atas langit masih ada langit. Dan manusia saling mengambil pelajaran satu sama lain.

Jika pun ada yang disebut Pintar, cerdas, genius, maka cuma ada satu. Yaitu Allah yang Maha Kaya, Sang Pemilik gudang Ilmu pengetahuan, Yang Maha Mengetahui nasib setiap helai daun di muka bumi.

Dibuat oleh: orang Bodoh.
disebuah kamar di Djogdja, ketika matahari yang tak kelihatan mulai dipaksa turun oleh suara azan. 25022014.

Komentar