Mengapa perlu berpura-pura?

Dalam banyak kasus, orang-orang begitu senang memakai topeng. Tampil di depan orang ramai untuk menutupi tekak busuknya. Berpura-pura baik agar dianggap baik hati, sopan, lemah lembut, padahal dalam dirinya ada bibit bajingan. Parahnya, kebanyakan orang-orang begitu buta. Entah mengapa orang-orang selalu terpesona dengan kulit tanpa mau berpikir lebih lanjut bagaimana isi dalam yang sebenarnya.

Saya telah banyak melihat di sekitar saya. Berpura-pura baik namun menyembunyikan sesuatu didalam dirinya. Tersenyum di depan orang tapi menggerutu dibelakang. Pamer ayat-ayat suci di depan orang tapi maksiat jalan terus, munafik tak pernah ketinggalan. Kalimat-kalimat baik digunakan untuk mencitrakan diri sebagai orang yang patut dikagumi. Dasar sampah.

Saya lebih suka dibenci karena berkata jujur dan sesuai fakta daripada harus tunduk pada perasaan 'gak enak' hanya karena menahan agar tidak ada yang tersinggung. Kejujuran lebih utama daripada kebohongan yang didandani. Bagaimana dunia ini akan aman jika masih ada yang disembunyikan bahkan diantara orang-orang terdekat? Bagaimana jika akan saling percaya jika masih saja ada yang bermain di belakang? Berdusta seterang matahari di siang hari?

Benar saya ini skeptis. Saya sukar percaya dengan orang. Kebenaran sejati hanya ada di langit, asalnya dari sana. Di dunia ini begitu banyak kebohongan. Sukar sekali meletakkan kepercayaan pada seseorang jika tidak melalui beberapa tes terlebih dahulu. Hanya dengan itulah saya bisa meletakkan tangan pada orang lain. 

Bicaralah benci jika merasa benci, marahlah jika memang pantas, tertawalah jika harus tertawa, dan menangislah jika memang sedih itu perlu diluapkan. Buat apa berpura-pura? Toh bangkai yang disimpan pun akan ketahuan busuknya.

Lagipula, berpura-pura dihadapan mereka yang mahir membaca kebohongan adalah tindakan yang tolol. Hanya akan menurunkan kredit dirimu di depan mereka.


Komentar