Ada sesuatu yang bagi saya merupakan hal yang paling sulit diterima dan dikendalikan. Saya bisa dikatakan alergi dengan hal tersebut. Sesuatu yang disebut orang-orang dengan perasaan, dalam hal ini adalah cinta.
Kitab suci dari agama yang saya anut menyebutkan bahwa manusia diciptakan terdiri atas laki-laki dan perempuan, kemudian diciptakan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Saya terima itu, dan sama sekali tak ada bantahan. Ada banyak manusia, ada banyak laki-laki dan perempuan, pun tentu ada cinta diantara mereka. Namun bukan berarti ada banyak orang, sekian banyak itu pula kau jatuh cinta.
Saya berpaham seperti ini "Hidup sekali, Mati sekali, Jatuh Cinta juga sekali". Buat saya tak ada kata dua kali jatuh cinta dengan orang lain. Hati bukan barang yang bisa digonta ganti.
Jika saya menemukan cinta, maka itulah kisah cinta yang akan saya jalani. Baik atau buruk, itu tergantung bagaimana nanti berjalannya. Bagaimanakah jika baik? Tentu itu sesuatu yang sangat membahagiakan sekali. Lalu jika buruk? Berarti memang saya ditakdirkan bernasib buruk dalam hal ini semenjak awal dilahirkan.
Bukankah perempuan ada banyak? Sebagai laki-laki bahkan dibolehkan beristri empat. Hoo, itu berlaku buat orang lain. Tidak bagi saya. Saya tidak tertarik mencari perempuan lain jika kisah cinta saya berantakan dan berakhir suram. Perempuan, apabila kemungkinan buruk itu terjadi bagi saya hanya akan menjadi tiga pilihan, sebagai teman, atau pelepas nafsu, atau bukan siapa-siapa. Saya muak jika harus berurusan dengan hal-hal itu lagi. Membuang-buang waktu. Hidup saya tidak melulu hanya mengejar perempuan. Jika memang harus buruk kisahnya, pilihan terbaik adalah menjadikan mereka sebagai teman, rekan kerja, lawan diskusi.
Sebagai kekasih? No. Hati saya hanya akan terisi sekali. Jika telah ada yang mengisi, itulah penghuninya sampai nanti.
Dan bagaimana jika kisahnya hancur? Berarti orang yang saya cintai itu mati, setidaknya akan saya anggap mati jika wujudnya sebenarnya masih ada dan masih hidup. Saya akan mencintai yang telah hilang.
Rasanya itu lebih baik daripada bermain-main dengan perasaan diri sendiri dan orang lain. Sekali berarti, sesudah itu mati.
Komentar
Posting Komentar