Jika kita memilih semua apa yang ingin kita lakukan dan bersedia menanggung segala konsekuensinya, apakah itu salah?
.
Siapa yang bisa mengira, dia akan berubah menjadi begundal atau seorang paderi di kemudian hari? Konon katanya nasib sudah dituliskan sejak umur empat bulan dalam kandungan.
Dan jika kita menjadi seseorang yang buruk (sementara itu adalah takdir yang telah tertulis sejak dulu), apakah itu dianggap sebagai sebuah kesalahan? Apakah kita akan dianggap sebagai makhluk berdosa? Akankah ia benar-benar seseorang yang buruk karena hidup sesuai takdirnya?
.
Komentar
Posting Komentar